JUDUL: Mari Kita Adzan !!!
...فَإِنَّهُ
لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا شَيْئٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“...Sesunnguhnya
tiada jin, manusia, dan apapun yang mendengar suara azan, melainkan akan
menjadi saksi baginya pada Hari Kiamat kelak.” (HR. Imam Malik, Imam Ahmad,
Bukhari, an-Nasa’i, dan al-Baihaqi)
Saudaraku sekalian yang seIman
dan seAgama, setiap hari kita mendengar azan. Tetapi, pernahkah kita
mengahayatinya? Pernahkah kita meresapi makna setiap kalimatnya? Padahal dengan
menjiwainya, niscaya kita merasakan kenikmatan luar biasa yang bisa
meningkatkan kualitas keimanan kita.
Sadaraku,... mengapa kita tidak
meluangkan sejenak waktu untuk merenungi hal ini agar nantinya ada dorongan
yang membuat kita untuk berbuat yang serupa, khususnya bagi saudaraku yang
pria. Mengapa tiap waktu shalat, muadzin yang kita dapati hanyalah orang yang
sama di tiap harinya melakukan azan di suatu masjid? Tidak inginkah kita
mencoba pekerjaan ringan yang termasuk ibadah mulia ini?.
Meskipun kita tahu bahwa di tiap
masjid telah ada beberapa orang yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan
tersebut, tetapi tak ada salahnya jika kita mencoba meminta izin kepada yang
bertugas untuk menggantikannya sejenak, dan jangan lupa untuk melandasinya
dengan niat yang baik. Disamping sebagai latihan untuk kita, hitung-hitungkan
juga sebagai ajang bagi-bagi pahala.
Saudaraku, menjadi seorang
muadzin memang tidaklah mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk
dapat maju melakukannya di depan jemaah dalam suatu masjid. Namun jangan
lupa... bahwa pahala bagi seorang muadzin itu tidak main-main brow!!! Mau tau??
Dalam hadis riwayat Imam Muslim:
عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: اَلْمُؤَذِّنُ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Dari Mu’awiyah, ia berkata: Aku
mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Orang-orang yang mengumandangkan azan itu
adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat’.”
Maksud dari orang yang panjang lehernya dalam hadis
tersebut adalah betuk isyarat (kinayah) banyaknya pahala mereka (Imam
al-Wasytani al-Ubay dan Imam as-Sanusi al-Hasani). Ada yang berpendapat bahwa “panjang
leher” karena kedudukan yang tinggi
di sisi Allah. Ada juga yang berpendapat bahwa orang Arab menyebut para
pemukanya dengan leher yang panjang, karena itu para muazin adalah pemuka pada
Hari Kiamat. Ada juga yang menafsirkan bahwa
para muazin banyak pengikutnya, dll.
Ada kisah menarik tentang
keajaiban azan, namun benar atau tidaknya kisah berikut wallahu a’lam.
Di dalam sebuah buku berjudul “The Power of Azan” karangan Miftahul
Asror, dikisahkan bahwa; Astronot pertama “Neil Amstrong” dalam kegiatannya
keliling dunia setelah mendarat di Bumi, Neil sempat berkunjung ke Kairo,
Mesir. Ketika sedang menyusuri perkampungan di kota tersebut, dia mendengar
kumandang azan Zuhur berasal dari masjid-masjid di wilayah itu. Allahu
Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Mendengar suara
itu, dia langsung terpana dan bertanya-tanya ihwal suara tersebut.
Para pemandu perjalanannya merasa
heran dengan kekaguman Neil Amstrong. Merekapun menjelaskan, “itu adalah suara
muazin yang mengingatkan kaum muslimin agar segera melaksanakan shalat.” Namun
Neil Amstrong tetap saja terus hanyut dalam keterpanaannya.
Selang beberapa hari, dia
menumpahkan “bom” yang menyesakkan dadanya. Neil menyatakan dengan lugas bahwa
dia pernah mendengar bacaan-bacaan azan yang sama ketika pertama kali
menginjakkan kaki di bulan.
Sekembalinya ke Amerika, dia
bertekad untuk mempelajari agama Islam secara sempurna. Ingin dipahaminya prinsip-prinsip
Islam detail. Akhirnya, dia pun memproklamirkan diri masuk Islam.
Atas keislamannya ini, sang
astronot pertama ini harus rela dipecat dari pekerjaannya di Badan Antariksa
Amerika Serikat (NASA). Namun dia
menanggapi pemecatan tersebut dengan penuh kepercayaan dan keimanan, “Saya
memang kehilangan pekerjaan saya, tapi saya menemukan Allah.”
Nah, itulah sedikit kisah tentang
bagaimana seorang astronot yang non muslim mendapatkan hidayah memeluk agama
Islam melalui keajaiban lantunan kalimat azan oleh seorang muazin. Cakep kan!!
Sebenarnya masih banyak lagi
hal-hal yang menarik mengenai azan ini, dan
akan kita sambung lagi di pembahasan selanjutnya. Mudah-mudahan uraian di atas dapat
memberikan pencerahan bagi kita akan mulianya menjadi seorang muadzin. Jadi, tunggu
apa lagi... yuk kita azan!. Azan bukanlah suatu pekerjaan yang kuno dan
memalukan, lebih dari itu azan merupakan pekerjaan yang tidak ada matinya,
karena dari dulu hingga kini azan masih tetap dibutuhkan di masyarakat.
Saya ingin mengakhiri tulisan ini
dengan mengutip hadis Nabi Saw, yang berbunyi:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ
يَجِدُوْا إِلَّا أَنْ يَسْتَهَمُوْا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوْا.
“seandainya manusia mengetahui
(keutamaan) yang terdapat dalam azan dan saf (barisan) pertama, kemudian mereka
tidak bisa mendapatkannya kecuali lewat pengundian, niscaya mereka akan
mengundinya”. (HR. Imam Bukhari)
Sekian.!!
شُكْرًا جَزِيْلاً....
By:
Abd. Rahim (PBA VII)
“Muadzin Masjid Al-Wasilah (STAIN Parepare)”
Abd. Rahim. (PBA VII)
“Muadzin Masjid Al-Wasilah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar